Rabu 10/03/2010, 17.07 WIB
Dibuka Kembali Kasus Dugaan Terima Suap
Kader PDI-P Kental Nuansa Politik
MEDAN I DNA - Ketua Umum PDI-P,Hj Megawati Soekarno Putri menyatakan dibuka kembali kasus dugaan terima suap 19 anggota DPR asal PDI-P periode lalu dari Miranda Gultom, pada saat pemiihan Deputi Senior PDI-P kental ada nuansa politik.

(foto:dnaberita/achaniago)
"Pertanyaan saya,kenapa ini justru dibuka pada saat sekarang padahal kasus itu sudah tahun 2004 lalu," kata Putri Proklamator RI Soekarno ini kepada wartawan saat menghadiri Konferda Ke-3 PDIP di Hotel Grand Angkasa,Kamis (10/3).
Disebutkannya, kalau kasus hukum di Indonesia sepertinya tidak pernah final atau selasai. Dalam kasus menimpa kader PDI-P itu,kata dia,terkecuali memang,sudah terkumpul bukti-bukti atau suatu pembuktian yang sangat konkrit.
"Kalau tidak dibuka,ditutup,dibuka dan ditutup,sehingga akan timbul nuansa politik,"jelasnya seraya menyatakan kenapa ini justru dibuka kembali dimana saya adalah taat hukum.

(foto:dnaberita/achaniago)
"Saya dipanggil kepolisian dan kejaksan saya datang.Karena saya juga punya pembelaan supaya adil.sementara kasus dugaan terima suap 19 anggota DPR RI dari PDI-P ini sudah tahun lalu,sangat jelas di media terus diberitakan,lalu dibuka lagi," tegasnya.
Justru kasus dugaan terima suap anggota DPR PDI-P ini dibuka lagi,tegas Megawati ada nuansa politik. Perlu ditegaskan,apa maksudnya itu.
Ditegaskannya,proses hukum berbeda dengan proses politik,karena proses hukum sangat jelas alurnya untuk membuktikan suatu masalah dan tentang sebenarnya hingga final."Karena itu menurut saya adalah proses hukum," ujarnya.
Pemanfaatan seluruh atau sebahagian materi artikel / berita - dengan tidak merubah substansi berita termaksud -, (teks, foto, logo) yang merupakan materi DNAberita.com bebas dimanfaatkan dengan Wajib mencantumkan sumber: DNAberita |